Mama ajengan berpikir dalam hatinya bagaimanakah caranya untuk menyebarluaskan dan mempopulerkan ajaran agama islam,karena pada saat itu sangat sulit sekali karena banyak kepercayaan-kepercayaan agama lain yang di anut oleh masyarakat setempat.Sedangkan ajaran agama islam pada waktu itu masih belum di mengerti dan belum di pahami maknanya.
Pada tengah malam bulan purnama Mama ajengan mengumpulkan para santrinya untuk bersama-sama menciptakan sambil dengan belajar menabuh seperangkat alat-alat yang terbuat dari pohon pinang dan kulit kambing sehingga dapat mengeluarkan bunyi dengan irama yang unik sekali dan kemudian kesenian tersebut dinamakan debus.Disamping belajar kelihaian menabuh alat-alatnya diajarkan pula ilmu-ilmu kebatinan baik rohani maupun jasmani,dipelajarinya pula ilmu-ilmu kekebalan mislnya pukulan benda-benda kers seperti pukulan batu bata,kayu.Kebal terhadap golok-golok tajam dan sebagainya.
